Thanks Mr. Bell
Sunday, January 14th, 2007
Alexander Graham Bell adalah seorang perintis di bidang telekomunikasi,
Dia dilahirkan pada tanggal 10 Maret 1847 di Edinburgh, Skotlandia… XYZ …
Sejak meninggalnya tahun 1922, Industri telekomunikasi telah mengalami
revolusi luar biasa. Sekarang, orang yang tidak dapat mendengar dapat
menggunakan telepon untuk berkomunikasi. Serat optic memperbaiki
kualitas dan kecepatan arus data. Sebenarnya, kemampuan anda untuk
mengakses informasi tergantung pada teknologi komunikasi tersebut. Bell
penemu telepon menemukan jalan bagi informasi tanpa batas.
Sekarang kabel telepon yang digunakan selain mampu membawa pesan suara dengan sangat singkat juga mampu membawa gambar video.
Bell tidak pernah membayangkan kalau ciptaannya akan secanggih itu,..luar biasa.
http://www.rri-online.com/modules.php?name=Pendidikan&op=figur_detail&id=6)
Thanks buat Mr. Bell, Alexander Graham Bell … kalo ga ada bapak tg satu ini mungkin ga kan pernah bisa nulis2 blog kayak gini sekarang.
Sekali lagi teknologi yg diciptakan manusia hanya untuk membantu manusia dalam bekerja dan beraktivitas. Betapapun canggihnya teknologi, kalo orang yg menggunakannya tidak/kurang memahaminya kayaknya kurang maksimal manfaatnya. Satu hal lagi, teknologi bukan tanpa kekurangan, seperti manusia yg banyak kekurangannya,contoh kecil .. mungkin sering terjadi noise reduction ketika ketika asyik2 bicara dgn lawan bicara ato mungkin juga gangguan dari sistem teknologi sendiri yg memerlukan perbaikan ato barangkali juga ga dapat sinyal yg sering kali terjadi karena adanya blank spot yg tidak tercover oleh provider telekomunikasi…
Pada akhirnya, pengguna teknologi itu sendiri yg harus mengerti dan memahami bahwa sesungguhnya teknologi harus dimengerti dan dipahami bahwa adanya kekurangan baik itu karena gangguan alam ataupun sistem yg tidak berjalan dengan baik diharapkan pengguna teknologi dapat mencari alternatif lain ketika teknologi yg ada sedang mengalami gangguan bahakan kalo perlu menemukan tekologi yg lebih canggih lagi (ehm kayaknya sih sulit tapi bukan gak mungkin kan …).
"Anda yang mengerti teknologi bukan teknologi yang mengerti Anda"